Rabu, 21 Oktober 2009

Microsoft Silverlight Vs Adobe Flash Player

Nampaknya Adobe Flash Player bukan lagi satu-satunya pemain RIA (Rich Internet Application) di dunia maya karena Microsoft pada awal bulan September yang lalu baru-baru ini meluncurkan RIA yang bernama Silverlight.

Sepengalaman saya ketika 5-6 tahun yang lalu. RIA hanya menawarkan animation dan web interactive yang sangat sederhana sebagai pelengkap HTML dan Client Scripting traditional yang sangat terbatas pada waktu itu. Macromedia Flash 2.0 (sekarang Adobe Flash Player 9.0 setelah Macromedia dibeli oleh Adobe) merupakan RIA pertama yang diperkenalkan oleh web user. Sedangkan untuk video playback web user masih menggunakan plug in dari Real Player, Quick Time ataupun Windows Media Player.

Seiring dengan perkembangan internet & tuntutan tekhnologi yang makin user friendly & powerfull. RIA terus dikembangkan oleh Macromedia dan dilanjutkan oleh Adobe melalui Flash Player. Sehingga RIA sekarang-sekarang ini berkembang sangat pesat selain menawarkan animation & web interactive, RIA saat ini juga menawarkan full of multimedia experience meliputi Audio & High Definition Video.

Youtube.com, Liputan6.com, Yahoo Movies dan lainnya adalah beberapa contoh yang menggunakan Flash Player sebagai Rich Internet Applicationnya. Padahal setahu saya dulu Yahoo Movies menggunakan Windows Media Player sebagai aplikasi untuk video trailer playbacknya.

Begitu tenarnya dan hebatnya Flash Player sampai terpikir oleh saya bahwa tidak mungkin ada lagi RIA yang menandinginya.

Lalu, apa sih yang ditawarkan Silverlight? Apa perbedaannya dengan Adobe Flash Player? Sebenarnya kedua RIA ini tidak jauh berbeda dari sisi user karena dari segi penampilan luar nampaknya sama saja. Hanya saja spesifikasi tekhnis saja yang berbeda, sebagai contoh Flash Player menggunakan E4X untuk memparsing XML sedangkan Silverlight menggunakan XAML. Flash Player menggunakan Action Script (tidak jauh berbeda dengan Java Script) sedangkan Silverlight mengadopsi tekhnologi .Net Framework. Untuk mendevelop aplikasinya Flash Player menggunakan Adobe Flex (dulu Macromedia Flash) sedangkan Silverlight menggunakan Expression Blend 2.0 atau Visual Studio 2008.

Jelas untuk saat ini Silverlight masih terlalu hijau untuk menghadapi Flash Player yang merupakan pemain lama dalam RIA. Namun meskipun demikian hawa-hawa persaingan ketat bukanlah hal yang mustahil terjadi. Karena merujuk pengalaman yang lalu, Ketika Microsoft sang raksasa software terjun ke dalam bisnis Video Game Console untuk pertama kalinya dalam menghadapi raksasa elektronik tenar dunia Sony. Microsoft dengan X-Box nya berhasil mencuri kue lumayan cukup banyak pengguna Sony PlayStation. Sekarang Sony getar-getir menggenjot penjualan Sony Playstation 3 yang nampaknya memble ketimbang Microsoft X-Box 360 yang lumayan cukup pesat penjualannya.

Nah Apakah Microsoft dalam memenangkan pertempuran RIA dengan Adobe bisa mengikuti jejak XBox dalam menghadapi Sony Playstation? Mungkin hanya waktu dan user saja yang bisa menentukan pemenangnya. Kita lihat saja nanti.


By Johanes Gunawan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar